Senin, 21 Mei 2012

SELAMAT JALAN AYAH

SELAMAT JALAN AYAH


Ayah ku telah pergi.
Ibuku seorang diri.
Mengapa engkau pergi terlalu cepat.
Meninggalkan kami yang belum tahu taat.
Meninggalkan kami yang butuh bimbingan.
Untuk mencapai kesuksesan.
Kami hanya bisa berdo`a.
Agar engkau nyenyak di alam baka.
Sejak ayah meninggal dunia.
Rumah bagai kapal tak bernahkoda.
Dan para awak tidak tahu apa-apa.

Kami anak-anaknya.
Bagai ayam tidak ada induknya.
Kenangan indah bersama.
Hilang selamanya.
Bagai badai tiada habisnya.
Jika hal itu ku kenang.
Aku ingin menangis.
Sampai air mataku habis.
Aku ingin berteriak.
Sampai bumi retak.

Ayah....
Izinkan aku bertanya.
Jika ini kehendak yang kuasa.
Aku hanya bisa pasrah.
Dan berkata...
Selamat Jalan Ayah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

kalender